Monday, June 17, 2013

ujungkelingking - Aturan tersebut disampaikan oleh Wakapolri Komjen Nanan Sukarna beberapa waktu yang lalu. Nanan beralasan bahwa pelarangan tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi pilih kasih dan keberpihakan kepada golongan tertentu ketika bertugas. Meski tidak resmi dan tidak masuk akal, namun aturan tersebut memiliki sanksi yang cukup berat. "Kalau keberatan (dengan aturan tersebut, pen.), kita serahkan kepada yang bersangkutan, pensiun atau memilih tidak menjadi Polwan," tegasnya.

Meski kemudian Mabes Polri "membantah" dengan pernyataan bahwa tidak ada pelarangan mengenakan jilbab secara khusus sekaligus juga belum ada aturan diperbolehkannya jilbab secara khusus, namun di tengah-tengah upaya Polri memperbaiki citra dirinya, ungkapan "cari sensasi" Nanan ini tentu melukai hati kaum muslimin -muslimah Indonesia, khususnya- dan berpotensi memicu gejolak nasional. Jilbab adalah refleksi tentang jawaban seorang muslimah terhadap Rabb-nya. Bukti kepatuhan hamba kepada penciptanya. Seorang manusia, institusi atau negara tidak berhak menggugat itu.

Seorang Polwan seharusnyalah seorang yang cerdas, berintegritas, dan profesional. Maka penggunaan jilbab tidak akan mempengaruhi hal itu. Lalu kenapa harus dilarang?

Bila yang dikhawatirkan adalah keberpihakan, toh tidak pernah ada keluhan pada pelayanan di kantor-kantor administrasi bahwa yang diutamakan adalah warga yang muslim saja, padahal hampir semua stafnya berjilbab?

Jika yang dimaksudkan Nanan adalah standarisasi seragam dari Kepolisian, maka bukan pelarangan solusinya. Sosialisasikan saja jilbab yang khusus untuk Polwan, yang tetap menutup aurat dan tetap fleksibel.

Polisi wanita di Inggris, Eropa dan Hungaria

*Bahkan di negara-negara lain yang mayoritasnya non-muslim saja Polwan boleh memakai jilbab...
Written by: Pri Enamsatutujuh
UJUNGKELINGKING, at Monday, June 17, 2013
Categories:

12 comments:

  1. Saya sempat membaca di detik,jika polisi wanita indonesia dilarang keras memakai jilbab. jika masih bandel... PECAT. Gitu berita nya mas. wahh ...ndak maju2 negara kita yah? PARAH BANGET

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ybs seharusnya tahu bahwa ucapannya itu bs menimbulkan sentimen agama, ujung2nya citra buruk pd korps-nya.

      Kita tunggu saja penyataan resmi dari Polri.

      Delete
  2. ini yang salah dengan indonesia . lucu juga dengan negara mayoritas muslim malah di larang berjilbab

    ReplyDelete
  3. moga aja tidak ada larangan untuk berjilbab,,,
    masak kalah ma negara non muslim

    ReplyDelete
    Replies
    1. melihat kuatnya dukungan masyarakat muslim Indonesia, in sya Allah tdk akan ada pelarangn tsb.

      Nice, Maya!

      Delete
  4. Wah kok gitu ya..? Hmmm..nampaknya perlu dikaji ulang lagi nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. di Republika Online edisi kemaren Bpk Kapolri Timor Pradopo sdh mengklarifikasi bhwa tdk akan ada pelarangan tsb. Dan dlm waktu dekat ini akan ada aturan baru ttg seragam dan jilbab.

      Delete
  5. kenapa dilarang ya ? padahal kalo pake kerudung seru juga tuh gan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ndak dilarang, mas, cuma tunggu aturan terkait hal tsb.

      Delete
  6. seharusnya sebagai penyandang julukan "negara muslim terbesar" Indonesia harus menujukkan di segala segi, termasuk dalam urusan polwan ini, harus ada penegasan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu nt yg akan kita tunggu dr kapolri. seharusnya mmg tdk boleh dilarang, tp mmg harus diatur (baca: di-standar-kan).

      Delete

Komentar Anda tidak dimoderasi.
Namun, Admin berhak menghapus komentar yang dianggap tidak etis.

Popular Posts

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!