Thursday, March 20, 2014

ujungkelingking - Which Your Instru?


Setelah beberapa waktu yang lalu teman-teman blogger pada pamer tentang lagu-lagu favoritnya, sekarang giliran saya yang mau berbagi tentang lagu-lagu favorit saya.

Sebenarnya hampir semua genre lagu saya suka. Namun jika ditanya mana yang paling favorit, tentu dari jenis instrument (beberapa menyebutnya lagu klasik). Jika teman-teman familiar dengan nama Kitaro, Bond, Vanessa Mae atau Maksim, maka itulah artis-artis kesukaan saya. Dan sebenarnya -tapi ini rahasia, lho- lagu apapun jika dimainkan dengan versi instrument juga pasti akan menarik minat saya. H-hoo...

Bagi saya, musik-musik yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah musik-musik yang begitu imajinatif, dan selain itu kita juga tidak perlu susah-susah untuk menghafalnya (gimana mau hafal, lah liriknya aja gak ada???) Musik dari genre ini jelas berbeda dengan lagu-lagu biasa yang kita bisa mengerti maksud lagu tersebut dari lirik-lirik yang ada. Pada instrument, kita hanya bisa mencoba mereka-reka apa yang ingin disampaikan dengan hanya berbekal judul yang digunakan dan harmonisasi yang ada. Inilah yang saya maksud dengan memancing imajinasi kita.

Mendengarkan musik jenis ini akan lebih baik bila kita menggunakan headset-stereo, karena ada beberapa suara alat musik yang tidak terlalu terdengar bila dimainkan tanpa headset. Dengan penggunaan alat ini, maka suara yang dihasilkan bisa terdengar begitu "kental".

Nah, berikut ini adalah beberapa lagu instrument dari artis favorit saya.


Vanessa Mae | Violin Player

Vanessa Mae


The Blessed Spirits adalah gesekan biola yang paling memikat saya. Butuh waktu yang agak lama untuk menikmati lagu ini karena "klimaks-nya" yang berada cukup jauh dari awal lagu. Susah memang dijelaskan karena saya hanya seorang penikmat dan bukan pengamat musik. Tapi yang menarik dari lagu ini adalah -bila telinga kita jeli- pada pertengahan lagu ini ada disisipkan satu-dua potongan ayat dari Al-Qur'an. H-hee...

Selain itu yang bisa menjadi favorit lainnya misalnya Bolero for Violin and OrchestraContradanza atau Night Flight.

Bond

Bond (Bond Girls)


Awal "berkenalan" dengan musik instrument adalah dari grup ini, tepatnya dari Victory, salah satu lagu yang saya yakin amat familiar di telinga teman-teman. Teman-teman bisa coba untuk download lagu ini dan pasti akan bilang, "Oh, yang ini toh..."

Akan tetapi meski pertama kenal dari Victory, namun justru Wintersun-lah yang memikat saya. Dari judulnya saja kita bisa merasakan materi apa yang dibawa. Imajinatif, barangkali itu saja istilah yang lebih-kurang bisa menggambarkan isi lagu tersebut.

Selain Wintersun, yang patut menjadi pilihan adalah irama yang cukup menghentak dari Fuego. Strange Paradise, atau Midnight Garden juga asik untuk dinikmati.

Maksim | Piano Player

Maksim Mrvica


Cukup lama saya coba searching Blue Baloon versi mp3 dari lagu ini. Dan selama itu saya harus puas mendengarkannya via cassete tape. Padahal ini lagu yang paling keren menurut saya.

Selain itu ada juga Wonderland, Hana's Eyes, dan Child in Paradise.

Kitaro

Kitaro


Kalau kita pernah mendengarkan siaran radio tentang curhatan pemirsa, atau teman-teman suka menampilkan pembacaan puisi di panggung, maka Silk Road adalah instrument yang wajib dipilih sebagai backsound.

Pilihan lain yang bisa digunakan adalah Shimmering Horizon, Caravansary, atau Heaven and Earth. Tapi untuk Kitaro, saya lebih suka Mirage.

***

Tentunya apa yang saya sebut di atas hanyalah sedikit saja di antara musik-musik instrument yang ada. Masih banyak artis-artis lainnya yang saya belum berkesempatan untuk mendengarkannya.


Terakhir, barangkali teman-teman juga mau mencicipi suguhan Cello Ascend dari Kungfu Piano...
Written by: Pri Enamsatutujuh
UJUNGKELINGKING, at Thursday, March 20, 2014

Monday, March 17, 2014

ujungkelingking - Sembuhlah, Nak!


Beberapa hari yang lalu suhu tubuh Zaki naik. Namun tidak sampai terlalu tinggi, dan alhamdulillah pagi harinya sudah turun kembali.

Keesokannya, giliran si Daffa yang panas. Paginya agak turun, malam harinya kembali naik... dan tetap "stabil" di kisaran 39° C lebih! Dan pada bagian bawah telinga Daffa muncul benjolan (baca: kelenjar) yang katanya terasa sakit. Tanda ini sama seperti Zaki waktu panas kemarin, hanya sekarang sudah hilang.

Sebenarnya, untuk mengantisipasi panas yang semakin meninggi, saya bisa saja membelikannya parasetamol. Namun karena ceramah pada khutbah Jum'at kemarin mengatakan bahwa parasetamol yang mengandung alkohol -meski hanya 5%- dihukumi haram, maka saya mencoba menahan diri untuk tidak membeli obat tersebut.

Kaidah fiqh yang digunakan adalah bahwa apa yang jumlah banyaknya memabukkan, maka jumlah sedikitnya-pun tetap haram.

Langkah alternatif yang saya lakukan kemudian adalah searching gejala penyakit tersebut via google. Tentu ini langkah yang bodoh. Dan saya tidak akan menyarankan teman-teman untuk melakukan hal yang sama. Lebih baik dibawa ke klinik atau dokter untuk pemeriksaan yang lebih akurat. 

Dari beberapa situs yang saya temukan, dengan melihat kesamaan gejala yang ada, saya menduga kalau Daffa terserang (virus?) Roseola. Nama yang cantik untuk sebuah penyakit.

  • Seperti disebutkan di beberapa situs tersebut, yang rentan terpapar virus ini adalah balita usia 6 bulan hingga 3 tahun.
  • Masa inkubasi (antara awal terpapar virus hingga terlihat gejalanya) sekitar 5-15 hari.
  • Ketika sudah terkena, gejala yang muncul adalah panas tinggi secara mendadak, sekitar 39,4°-40,6° Celcius.
  • 5-10% balita akan mengalami kejang demam (steup). Pada Daffa hal ini hanya berlangsung sekejap saja.
  • Panas akan berlangsung tetap antara hingga 3-5 hari.
  • Pada hari keempat biasanya panas akan turun. Inilah yang agak melegakan saya.
Dan dari situs-situs tersebut disebutkan bahwa proses penyembuhannya hanya memerlukan parasetamol dan istirahat yang cukup.

Saya kemudian teringat sebuah catatan dari naskah-naskah dan manuskrip kuno (#halaahh) bahwa parasetamol alami -salah satunya- terdapat pada buah pepaya. Karena Daffa yang masih ngempeng, jadi buah pepaya yang saya beli sebagian agar dimakan ibunya, sebagiannya lagi akan dibikin jus untuk Daffa. Namun karena Daffa-nya juga gak mau, akhirnya ibunya juga yang ngabisin.

Alhamdulillah, memasuki hari kelima, kondisi Daffa sudah mulai normal kembali. Terbukti dengan celotehannya yang semakin banyak dan bertambah kosa-katanya.

Ultraman, berubah!
Jreng, jreng...!!!
Written by: Pri Enamsatutujuh
UJUNGKELINGKING, at Monday, March 17, 2014

Thursday, March 13, 2014

ujungkelingking - Ada di Mana Tingkatan Imanmu?


Tulisan ini terinspirasi dari kejadian sepulang dari kantor, kemarin sore.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah shallahu 'alaihi wa salaam pernah bersabda:

"Iman itu ada 70-an cabang, atau 60-an cabang. Yang paling tinggi adalah ucapan Laa ilaaha illallah. Dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (sesuatu yang mengganggu) dari jalanan. Sedangkan rasa malu adalah salah satu cabang dari keimanan."
(Riwayat Muslim)

Untuk dapat memahami apa yang ingin disampaikan oleh hadits di atas, ijinkanlah saya untuk membuat sebuah analogi tentang hal ini.

  • Soal yang paling sulit adalah soal untuk kelas 6
  • Soal yang paling mudah adalah soal untuk kelas 1
Logikanya, kalau kita sudah di kelas 6, tentu mudah dong untuk mengerjakan soal kelas 1. Nah, pertanyaan saya, jika kita masih tidak mampu mengerjakan soal untuk kelas 1, maka ada di kelas berapa kita?

Gangguan di jalan
Image: koran-sindo.com

Hal yang sama bisa kita terapkan pada hadits di atas.

  • Tingkatan iman yang paling tinggi adalah ucapan Laa ilaaha illallah
  • Tingkatan iman yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalanan

Maka pertanyaannya sekarang, jika untuk menyingkirkan duri (gangguan) dari jalanan saja kita tidak mau atau tidak tergerak untuk melakukannya, maka ada di mana tingkatan iman kita?
Written by: Pri Enamsatutujuh
UJUNGKELINGKING, at Thursday, March 13, 2014

Popular Posts

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!