Monday, August 19, 2013

ujungkelingking - Berbeda dari postingan sebelumnya yang mendukung aksi turun ke jalan demi menyuarakan aspirasi masyarakat muslim dunia dan Indonesia atas kekejian yang terjadi di Mesir, tulisan berikut ini justru memberikan alasan kenapa kita harus menolak (baca: menahan diri) dari aksi-aksi demonstrasi yang kini marak di beberapa tempat.

Benar, kita tetap mengutuk pembantaian terhadap warga sipil yang tidak bersenjata, namun tulisan berikut ini mencoba memberikan pemahaman lain bahwa penolakan dan ketidak-setujuan kita tidaklah boleh disampaikan dengan aksi demonstrasi.

Artikel ini diambil dari nasihat Al-‘Allamah Shalih As-Suhaimi hafidzahullah pada majelis beliau di Masjid Nabawi -Madinah- yang ditulis oleh Abu AbdirRahman Usamah dan dialih-bahasakan oleh farouqihasbi.com.

Semoga berkenan!

***

Syaikhuna Al-’Allaamah DR. Shalih bin Sa’ad As-Suhaimi hafidzahullah berkata pada majelis beliau di Masjid Nabawi, Madinah, kota Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,

"Terjadinya banyak pembunuhan termasuk tanda-tanda kiamat, apa yang terjadi saat ini secara khusus di negeri-negeri muslim dan di dunia internasional termasuk tanda-tanda kiamat, yaitu banyaknya pembunuhan yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam..."

Terkadang pembunuh tidak tahu kenapa ia harus membunuh, ia melihat manusia melakukan sesuatu maka ia pun ikut membidikkan senjatanya sebagaimana kondisi orang-orang dari suku terasing Arab yang selalu berteriak layaknya binatang dan saling membunuh antara satu dengan yang lainnya hanya demi revolusi pemberontakan, sepotong roti, rasa lapar atau karena membela seorang tokoh, padahal bisa jadi tokoh tersebut adalah seorang thagut.

Dan semua yang mati dianggap syahid meski seorang Yahudi, Nasrani atau musyrik penyembah kubur, semua syahid menurutnya, yaitu menurut seorang –yang sayang sekali ia dianggap ulama oleh media, yang umurnya sudah sangat tua- ia selalu berbicara ngawur bahwa (orang-orang yang terbunuh karena revolusi pemberontakan, sepotong roti, rasa lapar atau karena membela seorang tokoh) adalah syuhada, bahkan ia meminta untuk mendapatkan kesyahidan seperti mereka, dan ini –kita berlindung kepada Allah- adalah penyimpangan dan kesesatan.

Sayangi dirimu wahai akhi, sembahlah Robbmu, kembalilah kepada Allah ‘azza wa jalla, apalagi Anda sudah berumur 90 tahun lebih, meskipun semuanya pasti mati tanpa melihat usia tua atau muda. Akan tetapi engkau telah menghiasi kebatilan sehingga nampak sebagai kebenaran dan engkau melampaui batas dalam perkara ini, maka berhati-hatilah wahai ikhwan.

Berdoalah kepada Allah untuk negeri-negeri Islam yang tersebar padanya kekacauan-kekacauan ini, dan berdoalah kepada Allah agar melindungi negeri-negeri kaum muslimin dari berbagai malapetaka ini, dimana seorang pembunuh tidak tahu kenapa ia membunuh dan yang terbunuh juga tidak tahu kenapa ia dibunuh, akan tetapi ia akan berdiri di hadapan Allah ‘azza wa jalla sambil membawa kepalanya dengan kedua tangannya dan mengatakan kepada pembunuh, "Kenapa engkau membunuhku?"

Kemudian, kenapa engkau menambah kekacauan (demonstrasi) yang begitu banyak manusia telah terlibat ini, maka dimanakah agama, dimanakah Islam, dimanakah akalmu?!

Wahai akhi, tatkala Sumayyah terbunuh dengan cara yang keji, kaum muslimin tidak melakukan demonstrasi dan turun serta berteriak-teriak di jalan-jalan. Tatkala orang-orang Yahudi berusaha membunuh Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, kaum muslimin tidak melakukan demontrasi, tetapi menegakkan jihad di jalan Allah dan mengeluarkan Yahudi dari Madinah dengan perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Permasalahannya, dengan demonstrasi ini, kalian memenuhi lapangan-lapangan dengan laki-laki dan wanita, dan terjadilah penindasan dan pelanggaran kehormatan, perzinahan, khamar, kurangnya rasa malu, nyanyian dan ikhtilat (campur baur) antara laki-laki dan wanita, apakah ini dari agama Allah?! Demi Allah, sesungguhnya Barat telah menipu kalian wahai orang-orang yang telah mati hatinya, yang berteriak-teriak di lapagan-lapangan seperti keledai.

Bertakwalah kepada Allah, kembalilah ke rumah-rumah kalian -sampaikan kepada mereka risalah ini wahai hadirin, katakan kepada mereka- hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan kembali ke rumah-rumah mereka, dan tetap tinggal di rumah-rumah mereka, daripada berteriak-teriak di jalanan.

Bertakwalah kepada Allah di bumi kinanah, yang demi Allah bumi yang kami anggap mulia, akan tetapi banyak penduduknya yang tidak memuliakannya, andaikan mereka memuliakannya maka tentunya mereka tidak akan melakukan perbuatan ini. Aku mohon kepada Allah agar melindungi mereka dari kejelekan fitnah ini, dan agar mengembalikan mereka kepada kebenaran dan menjauhkan mereka dari para pembuat onar di antara mereka, yang selalu mengobarkan kekacauan yang berbahaya ini.

Saat ini Barat, yaitu Amerika dan selain mereka mengatakan bahwa, “Kami yang akan mendamaikan antara kelompok-kelompok Islam yang bertikai”. Maka kalianlah yang menyebabkan mereka berani memasuki negeri kalian. Ma sya Allah, sampai Yahudi penjajah Palestina pun berkata, “Kami akan masuk dan mendamaikan antara kelompok yang bertikai di negeri tersebut.”

Wahai manusia, kembalilah ke rumah-rumah kalian maka akan selesai masalah ini, dan bersabarlah menghadapi pemerintah kalian.

Benar, kami mengingkari kudeta militer yang mereka lakukan terhadap pemerintah sebelumnya, apa yang mereka lakukan adalah kebatilan. Akan tetapi setelah mereka berkuasa maka wajib bagi kita untuk diam, walaupun boleh kita menuntut dikembalikannya kekuasaan kepada yang berhak tetapi dengan cara yang syar’i, bukan dengan cara mengerahkan masa, membunuh dan menduduki berbagai fasilitas umum.

Adanya kelompok-kelompok yang berpecah ini sejatinya adalah kebatilan, semuanya adalah taklid kepada Yahudi dan Nasrani, meskipun mereka menamakan diri dengan kelompok Islam. Akan tetapi aku katakan, mereka tidak punya pilihan kecuali hendaklah mereka bertakwa kepada Allah ‘azza wa jalla. Kemudian, menurut prinsip kelompok mereka (yang membolehkan pemilu) –meskipun aku tidak percaya dengan pemilu- hendaklah mereka bersabar menunggu pemilu berikutnya, sehingga mereka bisa memilih pemimpin selainnya. Walaupun hakikatnya sistem pemilu ini adalah thagut, aku tidak mempercayainya (hanya demi memperkecil mudarat).

Akan tetapi wahai ikhwan, sampaikan kepada mereka (kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Islam di Mesir), hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dalam menjaga darah kaum muslimin, dalam melindungi negeri mereka yang terjajah, negeri kinanah.

Sampaikan kepada mereka risalah ini, kembalilah kepada akal sehat kalian, demi Allah tidak mungkin ada yang melakukan ini anak kecil, orang gila dan orang bodoh. Demonstrasi-demonstrasi ini adalah kerjaannya orang bodoh, orang gila dan tidak memiliki akal sama sekali, setiap mereka berteriak mendukung fulan, hidup fulan, jatuh fulan. Kita mohon kepada Allah ‘afiyah dan keselamatan.

Saudara-saudara kita yang menjauhi fitnah ini –segala puji hanya bagi Allah- mereka mengajak kepada agama Allah dan kepada sunnah, dan sampai hari ini mereka selamat dari ketergelinciran ke dalam fitnah ini dan selamat dari keterlibatan dalam membunuh kaum muslimin dan non muslim (yang belum pantas dibunuh.

Aku mohon kepada Allah Al-Karim untuk menganugerahkan kebaikan kepada seluruh negeri kaum muslimin, merahmati mereka dan menyatukan kalimat mereka di atas tauhid.

Kembalilah kepada Sunnah wahai penduduk kinanah (Mesir), kembalilah kepada tauhid, hancurkan kuburan yang disembah selain Allah, tinggalkan hizbiyah (fanatisme golongan) dan kelompok-kelompok sesat. Kembalilah kepada Rabb kalian, dan bersatulah dalam merealisasikan Laa ilaaha illallah dan Muhammadu 'r-Rasulullah.

Hendaklah kalian (hadirin) menyampaikan seruan ini meskipun hanya melalui sebagian website. Aku mohon kepada Allah agar menganugerahkan kebaikan bagi kaum muslimin di setiap tempat.■
Written by: Pri Enamsatutujuh
UJUNGKELINGKING, at Monday, August 19, 2013
Categories:

13 comments:

  1. kita gak tahu siapa yang dimaksud hizbiyah dan kelompok sesat oleh Syaikh Al-’Allaamah DR. Shalih bin Sa’ad As-Suhaimi. hal senada semacam ini, ahmad dahlan pernah ditanya oleh seorang ulama dalam film sang pencerah, dan kyiai ahmad dahlan menjawab, tidak semua yg di luar islam harus ditinggalkan, apalagi yg menyangkut "cara" bukan tauhid.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jawaban kiai A. Dahlan menarik utk dikaji, karena bukankah "cara-cara" yg dari Islam itu yg paling bagus?

      Delete
  2. nah ini dia yg di jadikan modal kaum zionis dan anteknya utk menjelek2an islam

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagi Muslim yg awam, lbh baik menahan diri utk tdk terprovokasi (krn benar-salah itu hanya Allah yg tahu)...

      namun, acuh thd ketertindasan kaum muslimin adl sebuah dosa.

      krn itu kita menggunakan lafadz2 yg umum utk mendoakan mereka. mudah2n Allah memberikan kekuatan dan kesabaran thd kaum muslimin yg tertindas dimana pun berada.

      Delete
  3. jujur saya ga tahu harus koment apa, karna saya ini masih bocah. saya kurang ngerti dalam hal ini.. semoga aja dunia islam semakin damai...

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya aamiinkan mas Nandar... semoga Allah menjadikan rahmat bumi kita ini.

      Delete
  4. Pray for egypt :)

    salam kenal ^^ sudah sukses follow baliknya~

    ReplyDelete
  5. ijin nyimak gan... intinya damai itu indah

    ReplyDelete
  6. Kita ambil contoh, Misal Saudi yang tidak mendukung aksi demonstrasi masyarakat Mesir baru-baru ini, dan menyarankan agar masyarakat mesir tetap dirumah-rumah mereka. Kalau mereka berdemo menentang para pengkudeta, maka itu akan mengakibatkan tidak akan berhentinya pertumpahan darah pada kaum muslimin, karena tidak mungkin demo untuk para militer bersenjata..

    Tetapi lain lagi kasus Syiria, dimana Pemerintah Saudi lebih mendukung aksi pemberontak sunni yang tertindas oleh Basyir Assad yang nota bene adalah Syiah..

    Permasalahan ini yang rumit dijelaskan kepada Masyarakat bagaimana status melawan pada pemerintah yang syah, seperti kasus Assad di Syiria dan Asisi di Mesir..

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar, kita tdk bisa menyalahkan mreka yg melakukan perlawanan itu, namun 'menahan diri' bg saya pribadi adl upaya utk meminimalisir trjadinya kerusakan.

      mungkin relevan dg sabda nabi yg trcantum dlm syarah Muslim:

      “Akan muncul para penguasa yang kalian mengenali mereka namun kalian mengingkari -kekeliruan mereka-. Barangsiapa yang mengetahuinya maka harus berlepas diri -dengan hatinya- dari kemungkaran itu. Dan barangsiapa yang mengingkarinya maka dia akan selamat. Yang berdosa adalah orang yang meridhainya dan tetap menuruti kekeliruannya.” Mereka -para sahabat- bertanya, “Apakah tidak sebaiknya kami memerangi mereka?”. Maka beliau menjawab, “Jangan, selama mereka masih menjalankan sholat.”

      atau coba di-search di blog ini: "memberontak kpd pemerintah", lbh panjang ulasannya.

      salam.

      Delete
  7. memang demonstrasi bukanlah dari Islam, tapi tindak demokrasi sudah menjadi tradisi bagi bangsa Indonesia, jadi cukup sulit untuk dipisahkan

    ReplyDelete

Komentar Anda tidak dimoderasi.
Namun, Admin berhak menghapus komentar yang dianggap tidak etis.

Popular Posts

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!