Thursday, July 25, 2013

ujungkelingking - Setelah Mamang Yono membagi tipsnya tentang bagaimana cara melaporkan "pihak" yang melakukan copy-paste terhadap artikel di blog kita -yaitu dengan melaporkannya di sini- maka melalui postingan kali ini saya ingin berbagi tentang bagaimana cara kita mengetahui apakah blog kita sedang di copas oleh orang lain atau tidak.

Sebenarnya bagi rekan-rekan yang sudah lebih dulu berkecimpung di dunia blogging, pasti sudah tahu bagaimana caranya. Namun bagi saya, tetap perlu saya tuliskan di sini, sekedar sebagai catatan pribadi saja barangkali nanti lupa. Hehe...

Ada 2 cara yang bisa kita pilih untuk memeriksa apakah artikel di dalam blog kita ada yang mengcopy-pastenya atau tidak.

Cara pertama adalah dengan memilih salah satu dari artikel terpopuler kita.

Lalu ambil salah satu paragraf untuk dicopy-kan di mesin pencari google. Jangan lupa untuk menambahkan tanda kutip (") di awal dan akhir paragraf tersebut.

Kirain artikel saya gak ada yang mutu,
eh gak nyangka kan ada yang nyomot juga? (dok. pribadi)


Selanjutnya, google akan mendeteksi kalimat-kalimat yang sangat mirip atau persis dengan kalimat milik kita tersebut. Perhatikan url blog copasser tersebut dan tingkat kemiripannya.

Setelah itu, kita tinggal memilih akan melaporkannya atau tidak. 

Cara kedua, yang mungkin lebih simpel adalah dengan masuk ke site-nya CopyScape.

Masukkan url blog kita, dan akan terdeteksi artikel-artikel yang mirip dengan blog kita.

Ada yang mirip banget di Kompasiana.
Tentu saja, karena saya juga mempostingnya di sana (dok. pribadi)

Semoga blog-blog kita diselamatkan dari aktifitas-aktifitas yang tidak terpuji ini.

Tapi, mungkin gak sih???

Malah ada yang bilang, kalau artikel kita sampai di-copas oleh orang lain, itu berarti artikel kita memang bagus. Nah loh?
Written by: Pri Enamsatutujuh
UJUNGKELINGKING, at Thursday, July 25, 2013

Wednesday, July 24, 2013

ujungkelingking - Anda yang kebetulan bekerja di kantor mungkin akrab mengerjakan tugas-tugas via excel.

Nah, seringkali ada tugas-tugas yang lebih mudah dikerjakan dengan rumus-rumus yang sudah ada di excel. Namun karena kita tidak tahu cara pengaplikasiannya dan merasa semakin ribet dengan itu, sehingga kita lebih memilih mengerjakannya secara manual. Padahal itu memakan waktu yang lebih lama.

Belum lagi jika tugas tersebut cukup banyak. Tanpa bantuan fungsi dan formula dari excel, waktu bekerja kita menjadi tidak efisien.

Kali ini saya ingin berbagi sebuah aplikasi gratis alias gretongan yang berisi rumus-rumus excel secara lengkap!

Dibuat oleh Kang Peter Noneley, dengan desain yang minimalis, namun dengan isi yang bikin bikin mupeng penyuka excel macam saya, hehe... #Gubrak! 

Tampilannya sederhana puoll, dengan 3 menu: Kamus Fungsi, Contoh-Contoh Fungsi, dan Kategori Fungsi

Tampilannya minimalis, isi maksimal (dok. pribadi)

Semua rumus ada di sini (dok. pribadi)

Contoh penerapannya dalam tugas

Dan meskipun disajikan menggunakan bahasa Inggris, saya pikir kita tidak akan terlalu kesulitan memahaminya karena semuanya menggunakan contoh penerapannya.

Namanya XLFDIC04. Yang tertarik bisa download di sini.


Semoga bermanfaat!
Written by: Pri Enamsatutujuh
UJUNGKELINGKING, at Wednesday, July 24, 2013

Tuesday, July 23, 2013

ujungkelingking - Kita tahu bahwa anak adalah anugerah paling indah yang dititipkan oleh Tuhan kepada kita. Dan kita juga sadar bahwa setiap titipan pasti akan diambil kembali oleh pemiliknya, entah kapan, entah bagaimana caranya. Dan sebaik-baiknya orang adalah orang yang paling baik menjaga barang titipan tersebut.

Karena itulah tugas kita -sebagai orangtua- adalah menjaga dan merawat titipan tersebut dengan sebaik-baiknya. Namun, sebagai manusia kita juga memiliki banyak kelemahan. Tidak setiap waktu kita bisa menjaga mereka. Tak selamanya kita akan hidup untuk mengawasi mereka. Maka dari itu diperlukan suatu tindakan preparasi yang membuat mereka tetap dapat menjaga kebaikan diri mereka sendiri, sepeninggalnya kita nanti.

Tindakan tersebut kita menyebutnya, pengajaran.

Saya percaya bahwa setiap orangtua pastilah menginginkan pengajaran yang baik untuk anak-anak mereka. Begitu banyak hal-hal baik yang harus kita tanamkan kepada mereka. Jika hal itu kita lakukan sejak dini, besar kemungkinan bahwa mereka akan menjadi pribadi-pribadi yang baik juga nantinya.

Namun, banyak dari kita -seperti judul postingan ini- yang mengajarkan kebaikan justru dengan menyuruh mereka untuk berbuat baik. Ini adalah sebuah kesalahan.

Sumber gambar: kompasiana.com
Saya selalu berpikir, adalah sebuah keegoisan ketika kita menyuruh seorang anak untuk berbuat baik. Yang seharusnya terjadi adalah mengajak mereka berbuat baik. Ada perbedaan mendasar antara 'menyuruh' dan 'mengajak' berbuat baik. Mengajak berbuat baik memiliki konsekuensi logis, yaitu keteladanan. Mengajak anak berbuat baik mengharuskan kita sudah terbiasa melakukan kebaikan tersebut. Bukankah aneh ketika kita menyuruh anak berbuat baik sedangkan kita tak pernah melakukan dan memberikan contoh untuk itu?

Bukanlah hal yang sulit mengajarkan kebaikan kepada anak-anak, selama teladan kebaikan itu ada pada diri kita. Yang susah justru adalah menata kebaikan di dalam diri kita, karena kita sudah terlanjur "terbentuk" seperti ini. Tapi bukan tidak mungkin kita belajar demi anak-anak kita.

Jadi, berhentilah menyuruh mereka berbuat baik. Mulailah berbuat baik, dan ajak mereka untuk turut serta.

Segera.

Selamat Hari Anak Nasional
Written by: Pri Enamsatutujuh
UJUNGKELINGKING, at Tuesday, July 23, 2013

Popular Posts

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!