Monday, December 30, 2013

ujungkelingking - "Penyakit" yang kerap melanda seorang blogger adalah keinginan untuk membuat blog yang berbeda dari blog-blog lain, secara tampilan. Dari yang hanya sekedar bongkar-pasang widget sampai ke edit-pengaturan HTML, yang pastinya membuat saya angkat tangan. Tentu "penyakit" ini bisa saja menjadi hal yang amat posistif.

Nah, salah satu hal sederhana yang bisa diutak-atik bagi blogger kelas kacang macam saya ini adalah mengubah tampilan favicon. Bagi yang belum tahu, favicon adalah gambar kecil yang terletak di sebelah kiri nama blog atau alamat URL blog kita pada browser. Secara default, biasanya favicon berupa gambar huruf "B" (dari kata Blogger) berwarna putih dengan background jingga, dsb.

Namun mengubah gambar favicon ini terbilang gampang-gampang susah. Gampang, karena tinggal masuk menu 'Layout' terus 'Edit Favicon'. Tinggal 'Browse' gambar simpanan kita, dan jadilah.

Namun susahnya, karena syarat gambar untuk favicon ini adalah
  1. Gambar harus berbentuk square, yaitu ukuran tinggi (h) dan lebar (w) harus sama
  2. Ukuran gambar tidak lebih dari 100 kb
Namun bila rekan-rekan punya aplikasi image editor, tentu kedua masalah ini bisa teratasi.

Dalam hal ini, saya menggunakan aplikasi Photoscape. Cari menu 'Editor', lalu pilih 'Crop'. Kita tinggal menyamakan tinggi dan lebar gambar (1). Klik 'Crop' (2), dan 'Save' (3).

Edit gambar menggunakan Photoscape

Jika ukuran gambar masih terlalu besar, bisa kita kecilkan dari menu 'Resize'.

Sekedar catatan, setelah kita menyimpan perubahan pada edit-favicon kita, gambar ikon bisanya tidak akan langsung berubah. Ibarat minum obat, reaksinya baru akan terlihat setelah beberapa jam. H-hee...

Semoga bermanfaat.
Written by: Pri Enamsatutujuh
UJUNGKELINGKING, at Monday, December 30, 2013

Saturday, December 28, 2013

ujungkelingking - Cara daftar e-banking BRI

Karena saya punyanya rekening BRI, maka kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana mendaftar atau registrasi internet banking (e-banking) pada Bank BRI.

Untuk syaratnya, Anda hanya harus memiliki kartu ATM BRI. Bila sudah, maka Anda hanya tinggal melakukan 2 langkah simpel ini. Yaitu registrasi via ATM kemudian dilanjutkan dengan registrasi via internet.

  • Masukkan kartu ATM dan no. PIN Anda
  • Cari dan pilih menu untuk registrasi internet banking (e-banking)
  • Anda akan diminta untuk memasukkan no. PIN kartu Anda kembali, untuk memastikan
  • Selanjutnya Anda akan diminta membuat password untuk e-banking Anda yang terdiri dari 6 digit angka (password numerik)
  • Masukkan kembali password e-banking Anda, untuk konfirmasi
  • Jika pendaftaran Anda disetujui, maka akan keluar struk yang berisi User ID Anda (digunakan ketika Anda login nanti)
  • Selesai
  • Masuk ke https://ib.bri.co.id/
  • Pilih 'Login' Internet Banking BRI
  • Masukkan User ID yang Anda dapatkan dari langkah di atas
  • Masukkan password yang Anda buat pada langkah di atas
  • Karena ini login pertama Anda, Anda akan diminta untuk merubah password menjadi 8-12 digit dan harus merupakan gabungan dari huruf dan angka (password alfanumerik)
  • Masukkan kembali password baru Anda, untuk konfirmasi
  • Masukkan alamat email Anda
  • Klik 'Ubah', dan
  • Selesai
Sumber: dok. pri.

Untuk membuktikan apakah registrasi Anda berhasil atau tidak, Anda bisa 'Logout' lalu 'Re-Login' dengan menggunakan password Anda yang baru.

Fasilitas ini memungkinkan Anda untuk melihat informasi saldo, mutasi dan atau cetak rekening. Namun untuk transfer atau fasilitas lain yang membutuhkan otorisasi lebih tinggi Anda disarankan untuk meminta token yang bisa didapatkan di kantor pusat atau cabang pembantu Bank BRI.

Catatan tambahan: Saya pikir langkah-langkah ini kurang lebih sama saja untuk bank-bank yang lain.

Semoga bermanfaat.
Written by: Pri Enamsatutujuh
UJUNGKELINGKING, at Saturday, December 28, 2013

Friday, December 27, 2013

ujungkelingking - Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat untuk putrinya mas Agus Setya yang mulai menapaki langkah-langkah pertamanya. Semoga dik Hayyu dan orangtuanya senantiasa diberikan kesehatan dan kebaikan selalu.

Tak lupa pula buat rekan-rekan blogger, facebooker, tweps, plusser yang sudah kembali dari liburannya, selamat memulai aktifitas kembali. Dan buat yang masih libur, selamat menikmati liburannya. Mudah-mudahan kita semua tetap bisa saling berbagi kebaikan.

Aamiin.

***

Ketika kemarin saya memposting tulisan tentang alasan kenapa kita tidak boleh bersikap sombong, ternyata masih menyisakan sebuah pertanyaan penting. Ada satu poin yang luput saya masukkan ke dalam tulisan tersebut. Terima kasih atas komentar "iseng" mbak Nophi yang mengingatkan saya tentang hal ini. Sebuah pertanyaan yang bagi sebagian kta masih memiliki jawaban yang absurd.

Pertanyaan tentang apa sebenarnya definisi sombong itu?

Apakah orang yang suka memamerkan mobil atau pakaian barunya itu disebut sombong? Atau mereka yang suka nampang narsis di sosmed yang disebut sombong? Atau orang-orang yang ngomongnya muluk-muluk itu yang dinamakan sombong? Atau yang gemar sekali menceritakan kebaikan-kebaikan yang diterimanya barulah bisa didefinisikan sebagai orang yang sombong?

Bagi rekan-rekan yang pernah membaca buku atau pernah mengikuti kajian tentang tema ini tentulah sudah memiliki penjelasannya. Definisi yang simpel namun tepat. Namun itu nanti, sabar dulu ya!

(+) Kok pake nanti?

(-) Biar penasaran, h-hee. Bentar, saya mau cerita dulu...

Seperti kita tahu bahwa tokoh yang memiliki sifat sombong ini adalah Iblis laknatullah 'alaihi. Sebuah statement yang pernah diucapkan menjelaskan betul hal itu.

"Anaa khairu minhu. Khalaqtanii min naar wa khalaqtahu min thiin"

Shaad ayat 76. Aku lebih baik dari dia. Engkau, ya Allah menciptakan aku dari api sedangkan dia (Adam) Engkau ciptakan dari tanah.

Unsur api dikatakan lebih tinggi daripada unsur tanah. Karena itulah Iblis menolak ketika diperintah melakukan sujud-penghormatan kepada Adam. Inilah sikap sombong yang pertama kali ada dalam sejarah alam semesta.

Dan karena kesombongannya inilah, Iblis kemudian diusir dari surga. Karena itu, siapa yang mengikuti Iblis -dalam hal kesombongan- maka iapun akan mengikuti jejak Iblis.

Dalam kasus yang lain, seseorang pernah mengatakan bahwa setiap orang memiliki karakter dan pemikiran sendiri-sendiri. Maka seseorang tidak boleh mendiktekan pemikirannya dan meminta orang lain untuk sama dengannya. Karena ya itu tadi, pemikiran setiap orang berbeda-beda.

Dalam beberapa hal, cara berpikir tersebut bisa dibenarkan. Namun bagaimana jika yang didiktekan itu adalah sebuah nasehat? Apakah dengan alasan 'pemikiran orang berbeda-beda' lalu kita boleh menolaknya?

Hm, menarik mencermati tingkah orang di sekeliling kita. Semenarik ketika Islam mendefinisikan tentang apa itu kesombongan. Kata Rasulullah yang disebut sombong itu adalah: batharu 'l-haq wa ghamtu 'n-naas. Sombong itu adalah [1] menolak kebenaran, dan [2] meremehkan manusia.

Dalam kisah Iblis, dia sama sekali tidak menolak kebenaran (Iblis tahu bahwa Allah yang menciptakan dia, Allah pula yang menciptakan Adam), namun dia meremehkan Adam yang dianggapnya lebih hina darinya. Sementara kasus lain yang saya contohkan di atas bisa kita golongkan sombong dalam arti menolak kebenaran. Dan inilah yang tanpa sadar sering kita lakukan.

Bukankah sering kita abai terhadap nasehat gara-gara kita tidak suka dengan si penyampai-nya? Atau kita tak mengacuhkannya karena kita merasa nasehat tersebut tidak cocok dengan kita? Lalu bagaimana sikap kita jika kita dalam kondisi tersebut?

Menurut saya, terima saja dulu nasehat tersebut. Perkara kita kerjakan atau tidak, biarlah itu soal nanti.

*Pertanyaan lainnya yang mungkin juga mengusik, apakah artikel ini termasuk nasehat juga?
Written by: Pri Enamsatutujuh
UJUNGKELINGKING, at Friday, December 27, 2013

Popular Posts

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!