Monday, July 22, 2013

ujungkelingking - Idea-less...

Adalah istilah yang pada akhirnya harus saya gunakan untuk mendefinisikan ketiadaan ide atau nge-blank-nya inspirasi di otak saya.

Tugas-tugas kantor yang semakin menumpuk sehubungan dengan adanya mesin baru, pekerjaan-pekerjaan di rumah menjelang lebaran serta kerepotan-kerepotan kecil bersama istri dan anak-anak menjadi menarik untuk dinikmati-tanpa perlu dituliskan.

Sementara terhadap blog ini, yang saya lakukan hanyalah “melempar” artikel-artikel yang sudah beberapa minggu nyantol di draft. Atau jika tidak, hanya melakukan sedikit editing pada isi maupun tampilan postingan.

Selain itu, saya benar-benar idea-less.
Written by: Pri Enamsatutujuh
UJUNGKELINGKING, at Monday, July 22, 2013

Friday, July 19, 2013

ujungkelingking - Belasan abad yang lalu, ketika wahyu Allah untuk pertama kalinya turun kepada seorang -al-amiin- Muhammad bin Abdullah, yang wahyu itu sekarang kita hafal di dalam Al-Qur'an sebagai ayat pertama dari surah Al-Alaq, yang berbunyi;

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan,"

[Al-Alaq: 1]

Iqra', merupakan bentuk 'amr (kata kerja perintah) dari qara'a-yaqro'u (membaca) sehingga artinya adalah perintah untuk membaca.

"Bacalah!". 

Dan seperti yang kita tahu dalam kaidah ushu 'l-fiqh bahwa "hukum asal dari setiap perintah adalah wajib" (al-ashlu li 'l-amri li 'l-wujub), maka setiap muslim, tua-muda, besar-kecil, kaya-miskin, wajib hukumnya untuk melek-huruf.


Membaca adalah simbol ilmu pengetahuan

Dari frasa pertama di atas saja sudah memiliki makna kuat yang luas. Meski secara teks hanyalah perintah untuk "membaca", namun pengertiannya tidak hanya berhenti sampai di situ saja.

Membaca, dalam konteksnya yang lebih luas berarti menganalisis-mempelajari-memahami untuk selanjutnya merespon, memperhitungkan dan bereaksi terhadapnya. Atau dalam bahasa yang lebih sederhana, "membaca" berarti berproses menjadi lebih mengerti (baca: lebih baik). Karena itu sebuah kalimat hikmah berbunyi, "Hasil dari belajar bukanlah pengetahuan, akan tetapi tindakan".

Maka dari kata pertama dalam ayat tersebut, Islam seolah-olah ingin mengatakan kepada kita -kaum muslimin-, "Belajarlah, cari ilmu!", "Jangan jadi bodoh dan terbelakang!", "Raih dunia dengan ilmumu!". Pelajari dan kuasai sebanyak-banyaknya ilmu. Ilmu dalam segala penyebutannya: ilmu bumi, ilmu sosial, ilmu astronomi, ilmu negara, ilmu sastra, ilmu bahasa, ilmu eksakta, dsb.

Jadilah seorang muslim yang multi-skill!


Iqra' saja tidak cukup

Islam, memang mewajibkan umatnya untuk menjadi terpelajar. Namun Islam sebagai agama juga mengharuskan mereka untuk tetap sujud terhadap Rabb-nya.

Karena itulah perintah iqra' dalam ayat di atas disambung dengan kalimat "bismi rabbika..." (dengan nama Tuhanmu). Maksudnya apa? Agar setiap muslim yang pandai, cerdas dan terpelajar tetap menyadari akan eksistensi Tuhannya. Bahwa dirinya adalah seorang hamba yang harus tetap menjalankan apa yang diperintahkan oleh Tuhannya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Sehingga proses iqra' yang dilakukannya tetap diikuti dengan ketaatan terhadap Sang Pencipta.

Maka dengan itu ketika seorang muslim tersebut menjadi guru, maka dia menjadi seorang guru yang beriman dan mengajarkan ketakwaan kepada murid-muridnya.

Ketika seorang muslim itu menjadi direktur, maka dia memimpin dan memperlakukan semua bawahannya secara adil dan bijak.

Ketika seorang muslim itu menjadi pejabat, maka dia mampu menerapkan nilai-nilai keislaman pada setiap tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya.

Pendeknya, sebagai apapun seorang muslim, maka ia melakukannya dengan tetap berlandaskan pada aturan-aturan Allah, Tuhan yang Menciptakan dirinya.

***

Maka iqra' saja tanpa diikuti dengan "bismi rabbika 'l-ladzi khalaq" hanya akan menghasilkan orang-orang yang lalai terhadap agama dan ego terhadap manusia.

Jika ia menjadi seorang pendidik, ia akan mendidik dengan cara yang salah dan menghasilkan anak didik yang kacau pula.

Jika ia menjadi seorang pemimpin, maka dia akan memimpin dengan dhalim.

Jika ia menjadi seorang pejabat, maka korupsi dan pungli adalah kebiasaannya.


Naudzubillahi min dzalik.
Written by: Pri Enamsatutujuh
UJUNGKELINGKING, at Friday, July 19, 2013

Wednesday, July 17, 2013

ujungkelingking - Beberapa waktu yang lalu, dengan terpaksa saya mengikuti ajakan istri untuk memeriksakan mata saya. Sekedar diketahui, saya memang memiliki "sedikit" gangguan pada mata.

Gangguannya seperti berikut, jika mata sebelah kanan saya ditutup (saya melihat dengan mata yang kiri), semuanya terlihat normal. Gambar sekecil apapun masih terlihat dengan jelas oleh saya. Namun bila mata kiri yang ditutup (melihat dengan mata sebelah kanan) barulah terlihat ketidaknormalannya. Bahkan tulisan segede apapun menjadi berkedip-kedip. Samar, tidak jelas.

Pada beberapa klinik mata yang saya kunjungi umumnya menetapkan tarif -sekitar 25 ribu rupiah- untuk pemeriksaan mata. Malah ada yang diharuskan untuk memesan frame-nya sekalian. Beruntung, saya akhirnya menemukan klinik yang gratis untuk pemeriksaan mata dan tanpa harus memesan frame.

Sumber: media-arek.blogspot


Hasilnya, mata saya kiri dan kanan sama-sama minus 1/4. Ini cukup aneh mengingat mata kiri saya sepertinya normal-normal saja, berbeda dengan mata kanan saya yang memang terasa sekali bermasalahnya. Sempat terpikir oleh saya, apakah ini ya, yang disebut dengan lazy eyes (mata malas)? Tapi sepertinya bukan, ah! *Menghibur diri sendiri.

Pekerjaan saya memang mengharuskan saya untuk menatap monitor selama bekerja. Barangkali inilah yang menjadi penyumbang terbesar gangguan mata saya. Apalagi saya jarang berolahraga, hehe... Karena itu bagi Anda yang terus-menerus di depan komputer, banyak-banyaklah memberi kesempatan mata Anda untuk beristirahat dengan mengalihkan pandangan ke arah lain selama beberapa menit. Makan buah-buahan yang berwarna segar juga bagus untuk kesehatan mata. #sok_bijak

Hm, langkah terakhir mungkin memang saya harus menggunakan kacamata untuk beraktifitas. Tapi itu nantilah. Sementara ini, saya lebih suka memakai obat tetes mata herbal yang berbahan dasar madu. Eits, bukan bermaksud ngiklan, tapi yang gak betah perih lebih baik tidak memakai obat semacam ini.

Hehehe...

#edisi_posting_gak_jelas               #daripada_ngendon_di_draft
Written by: Pri Enamsatutujuh
UJUNGKELINGKING, at Wednesday, July 17, 2013

Popular Posts

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!