ujungkelingking - Nasehat Untukku | Tentang Ibu
Masih ada hubungannya dengan maulid (kelahiran). Namun bukan maulid Nabi, akan tetapi maulid saya, h-hee...
Mungkin tidak semua dari kita akan menjadi orangtua. Namun yang pasti, setiap kita telah menjadi seorang anak, yang lahir dari rahim seorang ibu.
Dan kamu -suka atau tidak suka- adalah seorang anak, dari ibumu.
Islam mengajarkan agar seorang anak -sepertimu- senantiasa berbuat baik kepada kedua orangtuanya, terutama ibu. Bahkan ketika sang orangtua dianggap gagal berlaku sebagaimana layaknya orangtua, kamu tetap harus berbakti kepada mereka.
(+) Ini postingan tentang ibu, mas?
(-) Yup!
(+) Kok baru sekarang mostingnya? Telatttt... Kenapa gak tanggal 22 kemarin?
(-) Memangnya kenapa?
(+) Ya, gak kenapa-kenapa sih, biar pas aja momennya.
(-) Biar aja-lah, wong saya nulisnya bukan demi "Hari Ibu", kok.
Islam mengajarkan agar seorang anak -sepertimu- senantiasa berbuat baik kepada kedua orangtuanya, terutama ibu. Bahkan ketika sang orangtua dianggap gagal berlaku sebagaimana layaknya orangtua, kamu tetap harus berbakti kepada mereka.
Memang benar bahwa tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam hal menentang Allah, namun agamamu yang mulia ini telah memberikan adab-adab bagaimana bersikap (menolak) terhadap mereka, yaitu dengan lemah lembut dan ucapan yang santun.
Ketahuilah bahwa Al-Qur'an telah menggandengkan antara bertauhid dengan bakti kepada orangtua.
وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu [1] tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu [2] berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah!" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."[Al-Israa': 23]
Dalam An-Nisaa': 36 juga tertulis, "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak..."
Tentu mudah bagimu mengambil kesimpulannya. Bahwa berbakti kepada kedua orangtua adalah sebuah kewajiban -sebagai seorang anak dan juga sebagai seorang muslim- yang memiliki nilai pahala yang besar di sisi Allah subhanahu wa ta'ala.
Dan karena kewajiban ini sangat tinggi keutamaannya, maka begitu juga sebaliknya, durhaka kepada kedua orangtua juga akan memiliki dampak dosa yang amat besar.
Dari Abu Bakar, Rasulullah pernah bertanya, "Maukah kalian aku tunjukkan dosa yang paling besar?" Para shahabat menjawab, "Tentu, ya Rasulullah." Nabi bersabda, "Berbuat syirik dan durhaka kepada kedua orangtua." [Bukhori]
Karena itu sungguh benar-benar bodoh-lah kamu yang masih memiliki kedua orangtua namun tidak mau berbakti kepada keduanya. Bagaimana Allah bisa ridha terhadapmu bila orangtua tidak ridha terhadapmu? Bukankah dulu kamu diajari bahwa keridhaan Allah bergantung kepada keridhaan orangtua dan kemarahan-Nya bergantung kepada kemarahan orangtua?
Lalu kamu begitu sombong dan merasa tinggi karena lebih paham teknologi terkini daripada mereka? Ingatlah dulu ketika kamu masih belum kenal a, b, c, d, mereka-lah yang lebih dahulu memperkenalkannya kepadamu. Lalu kamupun bisa membaca. Mereka mengajarimu nama-nama benda, lalu kamu mengerti. Mereka mentatihmu berjalan, agar kelak kamu bisa berdiri di atas kakimu sendiri.
Dan sekarang kamu begitu angkuh terhadap mereka! Kamu merasa mereka semakin membosankan. Memalukan untuk diperkenalkan kepada teman-teman. Kamu enggan bila mereka meminta tolong kepadamu untuk mengantar mereka ke suatu tempat. Kamu malas jika mereka bertamu ke rumahmu, berpikir mereka akan merepotkanmu. Kamu risih kalau harus berdekatan dengan mereka, mempersiapkan apa keperluan mereka.
Dia ibumu! Mereka orangtuamu!
Dari mereka-lah kamu hadir. Atas pengorbanan mereka-lah kamu bisa tumbuh seperti sekarang ini. Jangan sombong. Apalagi terhadap ibumu.
Dia ibumu! Mereka orangtuamu!
Dari mereka-lah kamu hadir. Atas pengorbanan mereka-lah kamu bisa tumbuh seperti sekarang ini. Jangan sombong. Apalagi terhadap ibumu.
Duh, gusti Allah... ampunilah hambamu ini. Lunakkanlah hati ini. Lancarkanlah lidah ini untuk memohon maaf kepada mereka.
*Artikel ini hanya ditujukan hanya untuk diri saya sendiri, dan tidak sedang menasehati orang lain.
Written by: Pri Enamsatutujuh
UJUNGKELINGKING, at Wednesday, January 15, 2014

