Monday, July 1, 2013

ujungkelingking - Lama saya tidak menulis tentang excel. Semoga berkenan!

Dulu, ketika saya masih di bagian Taxes, salah satu tugas saya adalah membuat Surat Setoran Pajak (SSP) setiap bulannya. Form-nya yang menggunakan excel memudahkan saya untuk menambahkan beberapa fungsi sehingga pekerjaan saya menjadi lebih cepat dan meminimalisir kesalahan.

Sumber gambar: dok. pribadi

Salah satu contohnya bisa Anda lihat pada gambar di atas. Pada sel B64 dan seterusnya ke kanan, saya harus memberi tanda silang pada kolom bulan yang sesuai dengan bulan yang ditunjukkan pada sel P58. Dengan kata lain, jika sel P58 menunjukkan bulan Januari, maka pada sel B64 -yaitu kolom bulan Januari- harus bertanda silang.

Karena itu saya kemudian memasukkan rumus bahwa jika sel P58 menunjukkan bulan Januari, maka sel B64 (sel Januari) berisi tanda silang (huruf "X"). Jika bukan terisi Januari, maka berisi kosong. Atau bila ditulis menjadi,
=IF($P$58="JANUARI";"X";"")
Formula ini kemudian diaplikasikan pada semua kolom dengan hanya mengganti nama bulannya saja.

***

Namun Jum'at kemarin seorang teman yang kini menggantikan posisi saya meminta bantuan kepada saya. Perusahaan tempat saya bekerja harus melaporkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) untuk Pajak Penghasilan pasal 21. Form yang digunakan masih sama, hanya saja pada sel P58 harus terisi setahun (Januari s/d Desember), yang itu berarti pada sel B64 sampai M64 harus berisi tanda silang semuanya. Ini yang belum terakomodir pada rumus milik saya yang sebelumnya.

Bila dikerjakan secara manual -tanpa rumus- tentu mudah saja. Tapi jadinya gak seru dong, hihi... Karena itulah saya mencoba untuk membantunya. Apalagi, karena saya cukup tertantang kalau sudah berurusan dengan excel (*lebay...). Tapi apa daya, karena fungsi-fungsi pada excel yang saya ketahui cukup terbatas, jadi saya harus lebih memeras otak untuk menyelesaikan soal ini.

Langkah pertama tentu saya harus membuat sel baru untuk bulan berakhir. Jadi nanti harus ada 'bulan apa s/d bulan apa'. Kita sebut saja 'bulan pertama' s/d 'bulan kedua', atau sel P58 s/d sel Q58.

Sumber gambar: dok. pribadi

Kemudian langkah berikutnya, ini yang baru saja terpikirkan, saya harus mengubah nama-nama bulan menjadi angka. Jadi Januari disebut 1, Pebruari adalah 2..., Desember adalah 12. Hasil perubahan itu (dengan menggunakan fungsi VLookup) saya letakkan saja di sel K23 dan L23. Berarti nanti sel P58 atau 'bulan pertama' mengacu pada K23, dan Q58 atau 'bulan kedua' mengacu pada L23.

Langkah selanjutnya, saya harus memasukkan formula yang berbeda-beda pada setiap sel, dari sel B64 sampai M64. Ringkasnya seperti ini:

Pada sel B64 (bulan Januari) saya masukkan bahwa jika 'bulan pertama' adalah Januari (angka pengganti adalah 1), maka sel B64 akan terisi tanda silang. Atau jika ditulis,
=IF($K$23=1;"X";"")
Lalu pada sel C64 (bulan Pebruari) saya masukkan bahwa jika 'bulan pertama' adalah  kurang dari 3 (maksudnya sebelum Maret, yaitu Januari atau Pebruari saja) dan 'bulan kedua' lebih besar dari Januari, maka akan terisi tanda silang. Atau jika ditulis,
=IF(AND($K$23<3;$L$23>1);"X";"")
Pada sel berikutnya (bulan Maret), sama seperti di atas bahwa jika 'bulan pertama' adalah sebelum April dan 'bulan kedua' lebih besar dari Januari ataupun Pebruari, maka sel akan terisi tanda silang. Atau jika ditulis,
=IF(AND($K$23<4;$L$23>2);"X";"")
Dan seterusnya sama seperti itu sampai dengan bulan Nopember.

Lalu untuk bulan Desember formulanya sedikit ada tambahan, yaitu bahwa jika 'bulan pertama' dan 'bulan kedua' adalah Desember, atau jika 'bulan kedua' adalah Desember, maka sel akan terisi tanda silang. Atau seperti ini,
=IF(AND($K$23=12;$L$23=12);"X";IF($L$23=12;"X";""))

Demikian tips cara memberi tanda silang pada SSP yang dapat saya share. Semoga bermanfaat!
Written by: Pri Enamsatutujuh
UJUNGKELINGKING, at Monday, July 01, 2013
Categories:

10 comments:

  1. cerdas gan, belum kepikiran sama saya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trims, kl mas-nya punya tips yg lain boleh dong di share juga... :)

      Delete
  2. ijin nyimak aja gan...belum terlalu mengeti

    salam kenal sob dan follow sukses

    ReplyDelete
    Replies
    1. ok, mas... salam kenal kembali.

      Segera meluncur,

      Delete
  3. hadeeuuhhhh .....susah banget yah...terlalu byk rumus

    ReplyDelete
    Replies
    1. kl cuma dibaca aja kykny emg ribet, kl udh diterapkan, paling bilang, "oalaaahhh gini toh??"

      Delete
  4. mas gmana cara buat rumus untuk hitung gaji dari januari sampai desember.?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menghitung gaji itu ada aturan khususnya gak ya?

      Kl gak ada, atau sprti ngitung biasa, anggap saja sheet1 itu bln januari, sheet2 pebruari, jd nanti setelah desember mas bisa buat sheet lagi (mis. sheet total).

      kasih aja rumus = lalu masuk ke sheet1, ambil totalnya utk bulan januari. lakukan utk bulan2 yg lain, sehingga nnti di sheet total akan tampil total gaji utk tiap2 bulan...

      ^_^

      Delete
  5. Mantabs.. Dulu sewaktu masih kerja di kap, saya sering menggunakan fungsi fungsi excel ini.. Cuman sekarang sudah banyak lupa.. Maklum udah ga diulang ualng lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untungnya saya masih kerja di kantoran, jd masih kepake terus, meski gak semua, h-hee...

      Delete

Komentar Anda tidak dimoderasi.
Namun, Admin berhak menghapus komentar yang dianggap tidak etis.

Popular Posts

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!